معهد حريضة للعلم و التربية
بعلم المقال والحا
Bagian Keamanan & Ketertiban
Bagian keamanan dan ketertiban pesantren huraidhah dibawah bimbingan kesiswaan yang meupakan salah satu dasar dari pesantren huraidhah.
Di pesantren Huraidhah, kedisiplinan sangat penting untuk membentuk santri yang bertanggung jawab dan berakhlak mulia.
Bagian Aman wa Tartib bertugas menjaga keamanan, ketertiban, serta menciptakan lingkungan belajar yang nyaman bagi semua santri.
Bagian keamanan terdiri dari kelas tertinggi di pesantren huraidhah yaitu kelsa 3 stanawiy.
dan melalui mereka dapat menertibkan ketua kamar dan wakilnya kemudian melalui ketua kamar dan wakil dapat menertibkan anggota kamarnya.
Dan mereka dilatih untuk menyesuaikan keadaan dengan kebijakan-kebijakan yang tepat terhadap mendidik santri.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya.”
(HR. Bukhari & Muslim)
Dari ayat dan hadits ini, kita belajar bahwa menjaga ketertiban adalah bagian dari tanggung jawab kita sebagai seorang muslim.
Tugas dan Peran Qism Aman wa Tartib
- Menjaga Kedisiplinan
Memastikan semua santri menaati aturan dan menjalani kegiatan sehari-hari sesuai jadwal.
Gambaran: Seorang santri mengawasi teman-temannya agar mengikuti jadwal shalat berjamaah, belajar, dan istirahat sesuai aturan pondok.
- Menjaga Kebersihan dan Kerapihan
Mengajarkan santri untuk merapikan tempat tidur, lemari, dan menjaga kebersihan kamar mandi serta lingkungan pondok.
Gambaran: Santri bersama-sama membersihkan kamar dan halaman pondok setiap pagi.
- Membimbing Santri
Membantu santri memahami karakter mereka melalui ketua kamar dan wakilnya dan membimbing dengan metode pendidikan Islami.
Gambaran: Pengurus Qism Aman wa Tartib memberikan nasihat kepada santri yang sering terlambat dalam mengikuti kegiatan.
- Menyelesaikan Masalah dengan Bijak
Menjadi penengah dalam konflik antar santri dan menyelesaikannya dengan cara yang baik.
Gambaran: Jika ada perselisihan, santri yang bertugas akan memediasi dan menyelesaikan dengan diskusi yang adil.
- Membiasakan Bahasa Arab
Mendorong santri untuk menggunakan bahasa Arab dalam komunikasi sehari-hari.
Gambaran: Pengurus Qism Aman wa Tartib mengingatkan santri yang berbicara bahasa lain untuk kembali menggunakan bahasa Arab.
- Menjaga Ketertiban Kegiatan
Mengawasi agar semua kegiatan di Ma’had berjalan dengan lancar dan tertib.
Gambaran: Saat kegiatan besar seperti kajian atau lomba, pengurus mengarahkan peserta agar acara berjalan dengan rapi.
- Menanamkan Akhlak Mulia
Mendidik santri agar selalu sopan, menghormati guru, dan berperilaku baik dalam kehidupan sehari-hari.
Gambaran: Seorang santri membantu temannya yang kesulitan mengangkat barang, menunjukkan nilai gotong royong dan kepedulian.
ingin beli kitab salaf?klik disini
Keunggulan Qism Aman wa Tartib dalam Mengatasi
Masalah Umum di Masyarakat
Masalah: Kurangnya Kesadaran Disiplin
Solusi: Melatih santri sejak dini untuk mengikuti aturan dengan konsisten, sehingga terbiasa menjalani kehidupan yang teratur dan disiplin di mana pun berada.
Gambaran: Seorang santri yang sudah terbiasa disiplin di pondok tetap menjaga ketertiban waktu shalat dan belajar saat pulang ke rumah.
Masalah: Konflik Sosial dan Perpecahan
Solusi: Mengajarkan cara menyelesaikan masalah dengan dialog, musyawarah, dan sikap saling menghargai. Santri terbiasa mengedepankan solusi berbasis akhlak Islam dalam menghadapi perselisihan.
Gambaran: Seorang santri menenangkan teman yang bertengkar dan membantu mereka menyelesaikan masalah dengan musyawarah.
Masalah: Rendahnya Kepedulian terhadap Kebersihan Lingkungan
Solusi: Menerapkan kebiasaan menjaga kebersihan pribadi dan lingkungan sejak dini, sehingga santri terbiasa hidup bersih dan menjadi contoh bagi masyarakat.
Gambaran: Santri yang telah terbiasa membersihkan kamar di pondok, juga menerapkan kebiasaan ini saat berada di rumah atau lingkungan sekitar.dan memungut duri yang dijalan dan semisalnya.
Masalah: Kurangnya Rasa Tanggung Jawab di Masyarakat
Solusi: Menumbuhkan rasa tanggung jawab/kepedulian dengan memberikan amanah kepada santri, baik dalam disiplin pribadi maupun dalam kepemimpinan di lingkungan pondok.
Gambaran: Seorang santri yang bertugas sebagai pengawas kebersihan mengingatkan teman-temannya untuk menjaga kebersihan lingkungan bersama.
Masalah: Rendahnya Minat dalam Menggunakan Bahasa Arab
Solusi: memperkenalkan terhadap kecintaan Bahasa arab dengan Menjadikan bahasa Arab sebagai kebiasaan sehari-hari, sehingga santri terbiasa berkomunikasi dengan bahasa yang baik dan benar.
Gambaran: Santri saling mengingatkan untuk berbicara bahasa Arab saat berbincang di lingkungan pondok.
Dengan adanya Qism Aman wa Tartib, santri pesantren Huraidhah akan tumbuh menjadi pribadi yang disiplin, bertanggung jawab, serta siap menghadapi tantangan hidup dengan akhlak yang baik.





